Showing posts with label motivasi. Show all posts

Pemaksaan Keyakinan

Khazanah Al-Qur'an

Tragedi Pemaksaan Keyakinan yang Diabadikan Didalam Al-Qur’an

Pemaksaan agama dan keyakinan bukanlah hal baru dalam sejarah kehidupan manusia. Sejak ribuan tahun yang lalu telah banyak upaya untuk memaksa seseorang mengikuti keyakinan tertentu.

Jika melakukan upaya dakwah dan menyampaikan argumen suatu agama tentu itu hal yang wajar dan sah-sah saja. Namun nyatanya banyak fakta yang menceritakan pemaksaan agama yang disertai dengan ancaman. Bahkan tak sedikit yang berujung pada pembunuhan. Al-Qur’an pun memperhatikan hal ini. Dengan jelas Allah berfirman,

“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama.” (QS.Al-Baqarah:256)

Bahkan Allah Mengabadikan suatu kejadian pemaksaan sekelompok manusia kepada suatu agama. Sudah tentu contoh ini diabadikan oleh Al-Qur’an agar tak terulang kali kejadian serupa. Agar tak ada lagi yang memaksa seorang untuk meyakini suatu keyakinan tertentu.

Karena memilih keyakinan adalah hak yang paling dasar dari seorang manusia. Mungkin kita mendengar kisah tentang Ashabul Uhdud. Banyak perbedaan pendapat antar Mufassir tentang siapakah Ashabul Uhdud itu. Namun kali ini kita akan mengambil satu pendapat diantara beberapa pendapat yang lain.

Dikisahkan bahwa Ashabul Uhdud yang dicela didalam Al-Qur’an adalah kerajaan Abu Nuwas Al-Hamiri yang bertempat di Yaman. Disebut Ashabul Uhdud karena mereka membuat parit yang begitu panjang lalu menyalakan api didalamnya. Kemudian mereka memaksa orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti agama Nabi isa untuk berpindah ke agama Yahudi yang kala itu telah mengalami banyak penyimpangan.

Siapa yang mau melepas keimanannya maka ia selamat dari api dan siapa yang bertahan dengan keimanan kepada Allah maka ia akan dimasukkan ke dalam parit yang dipenuhi api yang membara.

Ashabul Uhdud adalah mereka yang menikmati kala melihat orang mukmin terbakar ditengah api tersebut. Padahal korban dari mereka adalah orang-orang lemah yang tak memiliki dosa selain iman kepada Allah swt.

“Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman), yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang Mukmin.” (QS.Al-Buruj:4-7)

Tidak ada yang diabadikan oleh Al-Qur’an kecuali suatu hal yang penting. Kisah ini ingin mengajarkan bahwa Al-Qur’an sangat mengecam berbagai bentuk pemaksaan kepada agama dan keyakinan.

Poin pentingnya adalah, siapapun yang melakukan pemaksaan agama dan keyakinan maka ia seperti golongan Ashabul Uhdud yang dikecam oleh Al-Qur’an. Seorang yang memaksakan agama adalah tanda bahwa ia belum mengerti islam dan Al-Qur’an.

Bahkan mereka telah melawan ketentuan Allah yang telah memberi kebebasan kepada setiap jiwa untuk memilih jalannya. Dan Allah pun Mengancam orang-orang seperti ini dalam Firmannya, “Binasalah Ashabul Uhdud (orang-orang yang membuat parit)”.

Semoga kita semakin memahami kandungan Al-Qur’an yang sebenarnya, karena sungguh malang nasibnya yang selalu digambarkan oleh perilaku sebagai muslimin sebagai kitab yang penuh kekerasan dan darah padahal tidak ada dalamnya kecuali rahmat dan kasih sayang.

“Dan Kami Turunkan dari al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat.” (QS.Al-Isra’:82)

Semoga Bermanfaat

Cukup Sucikah Kita

Apakah dia lebih ria dari kita ?

Lalu bagaimana dg kita ?

Cukup sucikah ?

Ketika kita hanya mampu membeli tas tangan seharga Rp 500 ribu sementara kawan kita membeli tas tangan seharga Rp 5juta, kita bilang kawan kita berlebihan. Padahal ia belanja tak pakai uang kita.

Ternyata ia sudah berhemat untuk tidak membeli tas seharga Rp 40 juta yang sanggup ia beli.

Ketika kita hanya mampu hidup selalu di dekat suami,sementara kawan kita berpisah jarak dan waktu dengan suaminya, kita bilang kawan kita gegabah. Kita bilang ia menggadaikan rumah tangga demi materi.

Ternyata ia tetap hidup rukun dan bahagia dalam perjuangan rumah tangganya.

Ketika kita hanya mampu menjadi ibu rumah tangga,sementara kawan kita memilih bekerja sebagai pegawai, kita bilang ia menggadaikan masa depan anak.

Ternyata ia bangun lebih pagi dari kita, belajar lebih banyak dari kita, berbicara lebih lembut pada anaknya, dan berdoa lebih khusyuk memohon pada ALLAH untuk penjagaan anak-anaknya.

Ketika kita hanya mampu mengatur uang belanja Rp 1 juta sebulan,sementara kawan kita bercerita
pengeluaran belanja bulanannya sampai Rp 10 juta, kita bilang ia boros. Padahal ia tak pernah berhutang pada kita. Pinjam uang pun tidak.

Ternyata mereka beramal lebih banyak dari uang belanjanya.
Ternyata mereka tak pernah lupa memberikan sumbangan.

Siapa yang rugi?

Kita... Belum-belum sudah mudah menilai. Bisa jadi malah berburuk sangka. Padahal kita tak pernah tahu apa yang sebenarnya orang lain hadapi, orang lain lakukan, di luar sepengetahuan kita.

Saudaraku...
> Jangan mengukur sepatu orang lain dengan kaki kita.
> Jangan pernah mengukur kehidupan orang lain dengan ukuran hidup kita.
> Jangan menggunakan kacamata kita utk menilai orang lain, penampilan luar belum tentu mencerminkan sifat aslinya.
> Jangan sibuk mengurusi urusan orang lain, apalagi ketika kita tidak tahu apa-apa tentang hal tsb.

Mungkin itulah kenapa sepatu kaca Cinderella only fits for her

Sibuklah memperbaiki diri sendiri, bukan menilai orang lain. Karena hanya dengan diri sendiri menjadi lebih baik lah maka orang-orang di sekitar kita akan
menerima dampak positifnya, dan dunia pun akan menjadi lebih baik.

Bila kita tua

Kalau anak² sudah berkeluarga dan meninggalkan kita,
giliran kita untuk kembali memikirkan diri kita sendiri.

1. Bila kita tua ...
Luangkan waktu bersama pasangan kita karena salah seorang dari kita akan pergi lebih dahulu dan yg masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan yg indah.
2. Bila kita tua ...
Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah, sementara masih berkemampuan, jalan²lah ke beberapa tempat untuk mengingatkan kita tentang kebesaran Allah, untuk mengagumi keindahan ciptaan NYA.
3. Bila kita tua ...
Jangan susahkan diri memikirkan anak² secara berlebihan. Mereka akan mampu berusaha sendiri.
4. Bila kita tua ...
Luangkan waktu bersama rekan² lama karena peluang untuk bersama itu akan berkurang dari waktu ke waktu.
5. Bila kita tua ...
Terimalah penyakit apa adanya karena semua sama, kaya atau miskin akan melalui proses yg sama, yaitu : lahir bayi, kanak², dewasa, tua, sakit dan mati.
Nasihat bijak... 

"Cari kawan yg seperti cermin, kita gembira dia gembira, kita sedih dia ikut sedih. Jangan cari kawan yg seperti duit logam : depan lain belakang lain... 


Kaya dan sholeh

Hikmah Tentang Kaya Dan Sholeh

Allah SWT berfirman: “Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
(Al-Hadid: 20)

Kisah ini berawal pada saat saya bertemu dengan seorang kawan di rumahnya, sambil silaturahim saya ingin mengajaknya berbisnis..
Pak, ayo ikut bisnis dengan saya..!
Saya tidak mau, jawabnya mantap
Kemudian saya tanya, Kenapa?
Jawabnya: Saya takut KAYA..

Saat itu saya kaget, ternyata ada orang yang TAKUT kaya..
Dia sangat faham, kalau menjalankan bisnis resikonya kaya
Lalu saya tanya: Kenapa anda takut kaya?
Saya takut hubbuddunya / saya takut cinta kepada dunia.

Dalam hati saya: Luar biasa kawan saya ini, ia orang sholeh
Dalam hati saya berdoa:
"Ya Allah.. Sesungguhnya orang sholeh seperti inilah yang harusnya kaya…
Karena kalau kekayaan dipegang sama orang-orang sholeh…
InshaAllah Rahmatan Lil 'Alamin"

Tapi sayangnya orang sholeh nya tidak mau kaya..
Orang kayanya tidak mau sholeh..

Kemudian saya bertanya apakah hubbudunya, penyakitnya orang kaya saja…?
Tidak..!
Orang miskin pun banyak yang menderita penyakit hubbudunya.

Kalau begitu masalahnya bukan di kaya atau miskinnya tapi bagaimana sikap kita terhadap harta.
Dengan alasan ini…
Banyak umat Islam tidak mau bekerja.
Tidak mau bekerja keras…
Tidak mau berusaha menjadi orang kaya…
Tidak mau menjadi orang besar.

Umat Islam terlalu besar untuk punya cita-cita kecil.
Umat Islam harus kaya..
Seperti kayanya Abu Bakar Ashidiq
Seperti kayanya Umar bin Khattab
Seperti kayanya Usman bin Affan
Karena kekayaan mereka lah Islam bisa berjaya…

Rasulullah mengajarkan kita untuk berdoa, "Ya Allah… aku berlindung kepada Mu dari kekufuran dan kefakiran dan aku berlindung dari azab kubur"
Yang menjadi masalah bukan seberapa banyak kita mendapatkan uang tapi uang itu dari mana dan untuk apa?

Kata Rasulullah:
Kita tidak boleh iri kecuali pada tiga orang;
Pertama Orang berilmu yang mengamalkan dan mengajarkannya.
Kedua orang yang mati syahid.
Ketiga Orang kaya yang dermawan.

Ingatlah kita adalah harapan masa depan umat.
Bangkit..
Harapan itu pasti ada…
Allah bersama kita…

#SyahadahCinta

Bughats

Seorang ulama dari Suriah bercerita tentang do'a yg selalu ia lantunkan. Ia selalu mengucapkan do'a seperti berikut ini...
"Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kepada bughats."

Apakah "bughats" itu...? Dan bagaimana kisahnya...?
"Bughats" adalah anak burung gagak yg baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yg disebut "bughats". Ketika sdh besar dia menjadi gagak (gurab).
Apa perbedaan antara bughats & gurab...? Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih.
Di saat induknya menyaksikannya, ia tidak terima itu anaknya, hingga ia tidak mau memberi makan dan minum, lalu mengintainya dari kejauhan saja.

Anak burung kecil malang yang baru keluar dari telur itu tidak mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang.
Lalu bagaimana ia makan dan minum...? Allah Yang Maha Kuasa & Maha Pemberi Rezeki yang menanggung rezekinya, karena Dialah yang telah menciptakannya.
Allah menciptakan AROMA tertentu yang keluar dari tubuh anak gagak yang dapat mengundang datangnya serangga ke sarangnya.
Lalu berbagai macam ulat & serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak, & ia pun memakannya...
Maa syaa Allah... Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sudah tumbuh.

Ketika itu barulah gagak mengetahui itu adalah anaknya & ia pun mau memberi makannya sampai tumbuh dewasa & bisa terbang mencari makan sendiri.
Secara otomatis aroma yg keluar dari tubuhnya pun hilang & serangga-serangga tidak berdatangan lagi ke sarangnya.

Dia-lah Allah Ar Razzaq Yang Maha Pemberi Rezeki... "Kamilah yg membagi-bagikan penghidupan di antara mereka dalam kehidupan di dunia ini." (QS. Az-Zukhruf : 32)

Shigeaki Hinohara

Dr. Shigeaki Hinohara bukan dokter biasa. Dia adalah aset nasional Jepang! Lahir tahun 1911, ia berusia 105 pada tahun ini, 2016. Dia mungkin merupakan dokter dan pendidik tertua & terlama di dunia. Dr.Hinohara telah menerbitkan lebih dari 150 buku, salah satunya adalah best-seller "Living Long, Living Good" yang terjual lebih dari 1,2 juta copy.

Ini adalah protokol menyegarkan dari Dr. Hinohara mengenai hidup dengan umur panjang dan bahagia, yang bebeda dari  panduan gaya hidup sehat pada umumnya.

1. Energi berasal terutama dari perasaan yang baik.

Anak2 sering ber-senang2 sampai lupa makan atau tidur. Kita harus meniru anak2, mengurangi aturan seperti waktu makan dan waktu tidur. Have more fun!

2. Jangan kelebihan berat badan.

Orang2 yang berumur panjang tidak overweight. Dr.Hinohara berhati-hati dengan makanannya. Untuk sarapan, dia minum kopi & susu, jus jeruk + 1 sendok makan minyak zaitun. Ia percaya zaitun sangat bagus untuk arteri & kesehatan kulit. Untuk makan siang ia minum susu dengan beberapa kue atau tidak sama sekali kalau sangat sibuk. Untuk makan malam, ia memilih sayuran, ikan & nasi. Dan 2x seminggu, dia ‘menghadiahkan’ dirinya dengan 100g daging.

3. Selalu membuat rencana ke depan.

Dr.Hinohara selalu membuat jadwal setahun, dengan ceramah, kerja di RS dan pertemuan2. Ia suka menghibur dirinya dan merencanakan menghadiri Olimpiade Tokyo thn 2020!

4. Anda tidak harus pensiun.

Jika anda ingin pensiun, lakukanlah pada usia yang lebih tua, bukan di umur 65.

5. Berbagilah apa yang Anda ketahui.

Dr.Hinohara memberikan 150 kuliah setahun, beberapa bahkan untuk anak2 SD dan komunitas bisnis. Ia memberikan kuliah sambil berdiri sampai 90 menit. Dia percaya berdiri membuatnya kuat.

6. Jangan percaya semua yang dikatakan/dianjurkan dokter Anda.

Dokter tidak dapat menyembuhkan semua orang. Coba tanyakan apakah dokter anda akan menyarankan orang yang dicintainya melalui prosedur  yang disarankannya kepada anda. Mengapa harus menyebabkan rasa sakit dan penderitaan yang tidak perlu bagi pasien?

7. Agar tetap sehat, pilhlah tangga daripada lift dan bawa sendiri barang2 Anda.

Ini adalah bentuk latihan kaki dan otot-otot paha.

8. Carilah inspirasi.

Dr.Hinohara terinspirasi oleh puisi Robert Browning "Abt Vogler" yang menyarankan untuk merencanakan sesuatu yang besar bahkan yang anda tidak bisa menyelesaikannya saat masih hidup.

9. Rasa sakit itu misterius.

Cobalah mengatasi rasa sakit dengan melupakannya. Jika seorang anak kecil sakit gigi, dan Anda mengajak dia bermain, ia akan segera melupakan sakitnya. Di rumah sakit Dr.Hinohara, ada terapi musik dan kelas seni.

10. Jangan mabuk dengan materi.

Tidak ada yang tahu sampai kapan Anda hidup, dan Anda tidak dapat membawa apa2 ketika meninggal.

11. Ilmu saja tidak dapat menyembuhkan orang.

Ilmu memperlakukan sama semua orang, padahal penyakit bersifat individual. Untuk dapat menyembuhkan seseorang, dokter perlu lebih liberal dan visual.

12. Hidup sukar diduga dan penuh dengan insiden.

Ketika berusia 59 tahun, DrHinohara berada di pesawat yang dibajak. Ia diborgol 4 hari di tempat duduknya di bawah panas 40 derajat. Ia menganggap itu sebagai eksperimen dan kagum bagaimana tubuhnya beradaptasi dengan situasi krisis.

13. Carilah model peran.

Salah satu model peran Dr.Hinohara adalah ayahnya yang pergi ke Amerika tahun 1900 untuk belajar di Duke University. Kita harus punya tujuan untuk mencapai lebih dari yang ‘bisa’ dicapai.

14. Hidup lama itu sangat menyenangkan.

Dalam usia lanjut, kita harus berusaha melayani masyarakat. Sejak usia 65, Dr.Hinohara telah bekerja sebagai sukarelawan. Dia masih aktif 18 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan ia menikmati setiap menit dari hidupnya.
Hidup adalah anugerah Tuhan muliakan DIA dgn segala yg dititipkan pdmu
Have a wonderful life all
Collected by dr Alwan Rimosan SpB,,,,,Trainee onkologi Bedah......

Biji Kopi

Seorang anak datang kepada ibunya dan mengeluh tentang banyak permasalahan dalam kehidupannya

Namun betapa kagetnya teryata ibunya hanya diam saja seolah tidak ingin mendengarkan keluh kesahnya
Bahkan sang ibu masuk ke dapur dan anaknya terus bercerita sambil terus mengikutinya

Sang ibu lalu memasak air sampai mendidih, lalu sang ibu menuangkan air panas mendidih itu ke dalam 3 gelas yg sudah di siapkannya

Di gelas pertama di masukan WORTEL, gelas kedua TELOR, dan gelas yg ketiga di masukan KOPI

Setelah menunggu beberapa saat, sang ibu mengangkat isi ketiga gelas tadi dan hasinya....

*WORTEL yg KERAS menjadi LUNAK
* TELOR yang mudah pecah menjadi KERAS dan
  *KOPI menghasilkan aroma yg HARUM

Lalu sang ibu menjelaskan
" Nak.... Masalah dlm Hidup Itu BAGAIKAN AIR MENDIDIH namun sikap kita lah yg akan menentukan dampaknya

Kita bisa menjadi lembek seperti WORTEL, mengeras seperti TELOR, atau Harum seperti BIJI KOPI

WORTEL dan TELOR bukan mempengaruhi air, tetapi malah berubah karena air mendidih itu sementara BIJI KOPI malah mengubah AIR membuatnya menjadi HARUM

" setiap masalah selalu tersimpan MUTIARA IMAN yg berharga
Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik " saja
Tapi apakah kita akan tetap percaya saat pertolongan ALLOH seolah tiada kunjung datang.....??

Ada 3 reaksi orang saat masalah datang;

* Ada yg menjadi LUNAK ( seperti WORTEL )  mengeluh dan mengasihani diri sendiri
*Ada yg mengeras ( seperti TELOR) marah" dn berontak pd TUHAN nya
* Ada juga yg justru semakin Harum ( seperti BIJI KOPI) menjadi semakin kuat dan percaya pd NYA

Ada jalanya Tuhan sengaja menunda pertolongaNYA
  Apa tujuanNYA....??
Agar kita belajar percaya dan setia pada proses....

Karena tidak pernah ada masalah yg tidak bisa d selesaikan...
Karena ALLOH menguji hambaNYA d dlm kemampuan kita....!!

Rahasia penting menjual

SATU Rahasia Penting Dalam Menjual

Kebanyakan mereka berkata, "Saya tidak bisa menjual". Ada dua hal penting yang perlu Anda fahami jika mengatakan tidak bisa menjual.

Pertama, jika memang tidak bisa, maka belajarlah. Betulkan? Sehingga pertanyaan selanjutnya, mau tidak belajar?

Kedua, perluas wawasan tentang menjual. Menjual tidak selamanya seperti para sales yang berkeliling. Banyak cara menjual, tidak selalu harus dari pintu ke pintu.

Dan yang terpenting dalam menjual adalah mengubah mindset Anda tentang menjual. Menjual bukan bagaimana cara agar orang lain membeli produk kita. Tapi, sebenarnya menjual adalah menolong orang lain agar mendapatkan manfaat dari produk kita. Selling is helping.

Menjual adalah mencari orang yang membutuhkan solusi dan kita berikan solusi itu dengan imbalan uang. Kedua belah pihak untung.

Pertanyaanya, apa solusi yang mau Anda berikan kepada pelanggan Anda?

Jika produk atau jasa Anda tidak akan memberikan solusi apa-apa, jangan dijual. Sebab tidak sesuai dengan mindset menolong. Anda hanya ingin mengambil uang orang lain.

Saya yakin dengan produk-produk saya di Zona Sukses bermanfaat untuk semua orang, untuk itu saya tidak henti-henti menawarkan kepada 9semua orang. Inilah yang membuat saya terus semangat, mengenal Zona Sukses seluas mungkin. Saya memberikan nilai dan manfaat.


Kekuatan Pikiran

John Milton, seorang Pengarang di Abad 17 mengatakan :
"Pikiran adalah tempatnya dimana Surga dpt diubah jadi Neraka, dan Neraka bisa jadi Surga"...

Contohnya :
Napoleon adalah org yg Memiliki segalanya, Kemuliaan, Kekuasaan dan Kekayaan. Namun, dia pernah mengatakan, "Dalam Hidupku, aku tdk pernah merasa Bahagia selama 6 thn berturut2"......
Sebaliknya Helen Keller yg Buta dan Tuli selalu mengatakan, "Saya merasa bahwa Hidup ini Sangat Indah"......

Kita Harus Menjaga Pikiran kita, karena Pola Pikir dan Cara Pandang kita melihat Permasalahan dlm Kehidupan sgt Mempengaruhi bagaimana keadaan kita Saat Ini dan Masa Depan..

Krn itu.. Epictetus, seorang Penyair Yunani di Abad ke 3 mengatakan : "Kita Harus Lebih serius Membuang Pikiran2 kita yg Salah dari pada Membuang Tumor Ganas dari Tubuh kita".

Pernyataan tsb diucapkan 18 Abad yg lalu, namun sampai saat ini masih Relevan..
Hal itu dibuktikan oleh seorang Pakar Kesehatan Modern, dr.G.Cancy Robinson di John Hopkins Hospital, dia menemukan bahwa 4 dari 5 Pasien yg dirawat disana Menderita Sakit yg disebabkan oleh Tekanan dan Ketegangan Emosi....!!

Bagaimana dgn kita??????

Tuhan Tdk Pernah Menjanjikan yg Buruk dlm Hidup kita, Jadi jgnlah kita Menghancurkan Masa Depan kita dgn Pikiran2 Negatif.. !

Jgn Cemaskan Hal2 Buruk yg pada Kenyataannya Tdk Pernah Terjadi...

Ingat!!!!
"Kamu Adalah Apa Yang Kamu Pikirkan".
Jadi Pikirkanlah apa yg anda inginkan,  bukan apa yang tidak anda inginkan.
Jadikanlah Pikiran Anda "MENDUKUNG" Anda, Bukan Melawan Diri Anda.


"KEKUATAN PIKIRAN"
(Copas dari Mr. Eric Kurniawan).



Abraham Lincoln

Abraham Lincoln,  lahir di pedalaman Kentucky tahun 1809.

Ketika masih kanak2, ia mengupas jagung selama 3 hari utk mengumpulkan uang demi membeli buku bekas "The Life of Washington".

Ia senang sekali baca buku itu. Ia mengatakan kepada Mrs. Crowford yg dia kenal : "Saya tidak berniat kupas jagung selamanya.  Saya mau jadi Presiden"

"Saya akan belajar dan menyiapkan diri,  maka kesempatan akan  datang"

Kesempatan pun datang dan Abraham mengambil posisi paling berkuasa.

Namun itu hanya sebagian cerita hidupnya.
Bagaimana sebetulnya proses perjalanannya ke posisi paling berkuasa tersebut? Inilah kisahnya.

Sebelum menjadi pengacara karirnya dimulai dari bekerja sebagai pemotong rel kereta api,  pengemudi kapal laut,  penjaga toko,  pengantar pos dan juru ukur.

Gagal dalam bisnis thn 1831
Dikalahkan di Legislatif thn 1832
Gagal bisnis lagi thn 1833
Patah semangat akibat kematian kekasih thn 1836
Gagal memenangkan kontes Pembicara thn 1838
Gagal duduk di Dewan Pemilihan thn 1840
Gagal dipilih menjadi anggota Kongres thn 1843
Dilantik menjadi anggota Kongres thn 1846
Gagal menjadi anggota Kongres thn 1848
Gagal menjadi anggota Senat thn 1855
Gagal menjadi Wapres thn 1856
Gagal menjadi Senator thn 1858
Terpilih sebagai Presiden pada thn 1860 diusianya yg ke 52. Ia menghancurkan penyakit terbesar Amerika yaitu Perbudakan.

Tak ada org yg mampu menanggung sekian banyak pengalaman pahit. Hidup penuh tantangan didalam kecamuk perang Saudara.

Cerita Abraham adalah cerita tentang perjuangan yg tak kenal lelah, ketabahan yg luar biasa, kekayaan mental yg dahsyat,  visi yg kuat.

"Gagal bukan sesuatu yg memalukan. Yg memalukan adalah setelah gagal,  tdk mau bangkit lagi untuk berjuang"

Kegagalan adalah hal yg alami. Disitulah saat melakukan introspeksi tentang Sikap, Skill, Kebiasaan Jelek, Tujuan dan Hubungan antar manusia.

"Orang hebat bukan langsung berhasil.  Tapi mereka tahu bagaimana menyikapi pada saat belum berhasil."



Passive Income

Apakah anda percaya bahwa uang diperoleh dengan bekerja?
Apakah anda percaya bahwa tidak bekerja = tidak ada uang?

Apakah sekarang anda bekerja untuk mendapatkan uang?
Sampai usia berapakah anda ingin tetap bekerja?

Bila anda sudah tidak bekerja, apakah anda nanti masih memiliki uang?
Bila anda sudah berhenti bekerja, dari manakah anda memperoleh uang?
Bila anda sudah berhenti bekerja, akan cukupkah uang anda?
Apakah anda mengenal konsep “PASSIVE INCOME” ?

Alkisah, ada sebuah desa di kaki pegunungan. Sumber mata air terdapat diatas gunung. Setiap hari penduduk desa harus mengambil air dari atas gunung, dibawa turun ke desa di bawah kaki gunung tersebut. Bila anda menjadi penduduk desa tersebut, bagaimana caranya anda mengambil air setiap hari?
Ada dua pilihan:
Menggunakan ember
Membangun saluran air

Dari dua pilihan tersebut, yang manakah yang anda pilih?
99% orang pasti memilih membangun saluran air.
Apakah pilihan anda sama (membangun saluran air) ?
Mengapa anda tidak memilih menggunakan ember?
Banyak alasan orang tidak mau menggunakan ember, antara lain: tidak efisien, boros waktu, capek, dll.

Tetapi ada 2 hal yang sangat membedakan antara menggunakan ember dan membangun saluran air:

Dengan menggunakan ember, berarti harus bolak-balik terus-menerus. Artinya harus terus-menerus MENGERJAKAN PEKERJAAN YANG ITU-ITU JUGA.
Dengan menggunakan ember, pada saat kita berhenti, maka berarti AIRNYA JUGA BERHENTI SEKETIKA.

Dan dalam pilihan kedua, yaitu membangun saluran air, ada 2 hal yang perlu kita ingat: Setelah saluran air selesai dibangun, AIR AKAN MENGALIR DENGAN SENDIRINYA, bahkan pada waktu kita tidur sekalipun. Dengan membangun saluran air, berarti kita BEKERJA SEKALI, TAPI HASILNYA KITA BISA NIKMATI TERUS MENERUS. Inilah maksud sebenarnya dari PASSIVE INCOME. Salam sukses

comfort zone

ZONA NYAMAN
Tempat yang Paling Bahaya

Banyak di antara kita yang mengira bahwa tempat paling aman adalah tempat di mana tidak ada bahaya atau risiko yang menanti. Banyak pula yang mengira bahwa tempat paling aman itu selalu memberikan kenyamanan. Tetapi ternyata, yang menarik adalah bahwa apa yang sering kita sebut sebagai tempat paling aman itu justru merupakan tempat yang paling membahayakan! Tempat itu adalah tempat yang disebut ahli psikolog sebagai zona nyaman (comfort zone).

Bagaimana itu bisa terjadi? Alasannya sederhana. Manusia cenderung sering merasakan kepuasan dan akhirnya mengalami kemunduran saat berada dalam zona nyaman. Ini bisa diumpamakan kita berada di tempat yang sangat nyaman sehingga tertidur pulas. Begitulah hakikat segala sesuatu. Banyak orang yang memulai suatu pekerjaan dengan semangat yang meledak-ledak. Namun, setelah mereka sudah merasa terbiasa, mereka cenderung melambat sehingga ujungnya, mencegah diri mereka sendiri untuk mendapatkan kepuasan di tingkatan berikutnya. Karena itu kuncinya adalah jangan pernah berada dalam sebuah tingkatan dalam waktu yang panjang. Dalam perumpamaan lain, jika kita ingin terus maju, kita harus selalu sadar di mana kita berada saat ini. Maka, saat kita sedang berada dalam zona nyaman, segeralah tarik diri kita agar jangan terlalu berlama-lama di sana sebelum semuanya terlambat.

Caranya adalah dengan menempatkan diri kembali pada semangat perjuangan! Carilah satu atau beberapa tantangan baru, risiko baru, temukan kembali diri Anda atau ciptakan kembali apa yang pernah Anda lakukan!

Carilah kesenangan baru, buatlah produk baru, masukilah pasar baru, buatlah kampanye dengan muatan pesan yang berbeda. Datangilah juga lokasi-lokasi baru, carilah teman-teman baru. Jangan melakukan perjalanan dengan rute yang sama. Lakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya. Keluarlah dari hal-hal yang bersifat rutin, dan doronglah diri Anda pada hal-hal baru yang belum Anda ketahui sebelumnya.

Detak jantung Anda akan berdenyut kencang lagi. Anda mungkin akan merasakan kesedihan atau kecemasan. Tapi, setidaknya Anda sudah tidak berada dalam zona nyaman. Anda telah "hidup" kembali! Dan, setiap kali Anda akan kembali masuk ke zona nyaman, ambillah pelajaran dari ungkapan yang pernah diucapkan filsuf besar China, Mencius: “Kita akan menyadari bahwa kecemasan dan kesusahanlah yang mengarahkan kita pada kehidupan, dan kemudahan serta kenyamananlah yang akan berujung pada kematian.”

Kenyataan ini lebih penting daripada apa pun dalam sejarah. Mengapa? Karena perubahan terjadi sangat cepat di setiap aspek pekerjaan, bisnis, hubungan, hingga situasi keuangan. Semuanya itu tak akan berada dalam posisi yang sama. Maka, biasakan diri Anda dalam berbagai situasi, keluarlah dari zona nyaman sebelum semua itu membelenggu hidup Anda.

Nikmati dan lanjutkan perjalanan Anda menghadapi situasi yang berubah-ubah.

Senam Otak

Periksa Otak anda! Dengan Membaca Tulisan yang Berantakan Ini!!

Percaya atau tidak, Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabridge, urutan huruf dalam kata tidak penting. Ckuup huurf petrama d, an trekahhir ynag ada pdaa tepmatyna.

Siasyna bsia dtiluis berantaakn, teatp ktia daapt mebmacayna.

Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, nmaun ktaa per ktaa. Laur bisaa kan?

"slaam unutk kleuraga... seaht slealu...drai tmeanmu."

Sdaar aatu ngagk adna brau sjaa mambcea dgnaen tiluasn ynag braentakan.

Inlaih khebeatan oatk mansuia, alpagi ynag nyitpain oatk ktia,

Allah yang Maha Sempurna.

Gimana? Bisa ditangkap kan maksudnya?

# Ayo Senam Otak #

Silahkan di baca dan terjemahkan pesan berikut ini:

P354N 1N1 11131118UK71K4N 841-1W4 074K
K174 8154 1113L4KUK4N 1-14L Y6 LU412 81454
1113N4KJU8K4N!

P4D4 4W4LNY4 T312454 5UK412 74P1 5373L41-1
54111P41 D1841215 1N1 P1K1124N K174 8154
111311184C4NY4 53C4124 07O1114715 74NP4
8312P1K112 841-1W4 K174 111311184C4 4N6K4.

84N664L41-1! K4123N4 1-14NY4 0124N6-0124nN6
731273NTU Y4N6 8154 111311184C4 P35AN 1N1.
PL3453 F012W412D 1F U C4N 1234D 71-115 111355463.

Bagi yg bisa membaca ini, berarti otak kanan dan kirinya masih berfungsi baik


Affidal Randi

Bonus Akhir Tahun

[ KISAH UANG 150 JUTA ]
.
Sebelum pulang kantor, sang suami menelpon istrinya, "Sayang, alhamdulillah, bonus akhir tahun dari perusahaan sudah turun, Rp. 150 juta." Di ujung telpon, sang istri tentu saja mengungkapkan rasa syukurnya, "Alhamdulillah, semoga barokah ya mas".
.
Sejak beberapa bulan yg lalu mereka sudah merencanakan beli mobil sederhana untuk keluarga kecilnya. Dan uang yg turun mereka rasa cukup pas sesuai budget.
.
Namun dalam perjalanan pulang, dia ditelp oleh ibunya di kampung, "Nak, kamu ada tabungan? Tadi ada orang datang ke rumah. Ternyata almarhum ayahmu punya hutang ke dia cukup besar, Rp. 50 juta." Tanpa pikir panjang, ia pun bilang ke ibunya, "Iya, Bu, insyaAllah ada." Dalam perjalanan pulang ia pun sambil berpikir, "Nggak apa-apa lah, masih cukup untuk beli mobil yg 100 jutaan. Mungkin ini lebih baik."
.
Ia pun melanjutkan perjalanan. Belum tiba di rumah, HP-nya kembali berdering. Seorang sahabat karibnya semasa SMA tiba-tiba menghubunginya sambil menangis. Sahabatnya itu sambil terbata mengabarkan bahwa anaknya harus segera operasi minggu ini. Banyak biaya yg tidak bisa dicover oleh asuransi kesehatan dari pemerintah. Tagihan dari rumah sakit Rp. 80 juta.
.
Ia pun berpikir sejenak. Uang bonusnya tinggal 100 juta. Jika ini diberikan kepada sahabatnya, maka tahun ini ia gagal membeli mobil impiannya. Tapi nuraninya mengetuk, "Berikan padanya. Mungkin kamu memang jalan Allah untuk menolong sahabatmu itu. Mungkin ini memang rezekinya yang datang melalui perantara dirimu." Ia pun menuruti panggilan nuraninya.
.
Setibanya di rumah, ia menemui istrinya dg wajah yg lesu. Sang istri bertanya, "Kenapa, mas? Ada masalah? Nggak seperti biasanya pulang kantor murung gini?" Sang suami mengambil napas panjang, "Tadi ibu di kampung telp, butuh 50 juta untuk bayar utang almarhum bapak. Nggak lama, sahabat abang juga telp, butuh 80 juta untuk operasi anaknya. Uang kita tinggal 20 juta. Maaf ya, tahun ini kita nggak jadi beli mobil dulu."
.
Sang istri pun tersenyum, "Aduh, mas, kirain ada masalah apaan. Mas, uang kita yg sebenarnya bukan yg 20 juta itu, tapi yg 130 juta. Uang yg kita infakkan kepada orang tua kita, kepada sahabat kita, itulah harta kita yg sesungguhnya. Yg akan kita bawa menghadap Allah, yg tidak mungkin bisa hilang jika kita ikhlas. Sedangkan yg 20 juta di rekening itu, masih belum jelas, benaran harta kita atau akan menjadi milik orang lain."
.
Sang istri pun memegang tangan suaminya, "Mas, insyaAllah ini yg terbaik. Bisa jadi jika kita beli mobil saat ini, justru menjadi keburukan bagi kita. Bisa jadi musibah besar justru datang ketika mobil itu hadir saat ini. Maka mari baik sangka kepada Allah, karena kita hanya tahu yg kita inginkan, sementara Allah-lah yg lebih tahu apa yg kita butuhkan."



Mental Block

Otak manusia tak hanya berfungsi sebagai pusat kontrol terhadap organ-organ atau anggota tubuh, tetapi juga sebagai pengendali dari semua apa yang Dilakukan, Dipikirkan dan Dirasakan.

Awal dari kesuksesan manusia pun sebenarnya berawal dari otak, dan tidak ada Seseorang pun yg mampu membatasi kesuksesanmu melainkan oleh Dirimu Sendiri.

"Melalui Riset Ilmiah, dunia kedokteran sepakat bahwa manusia tidak mungkin mampu menembus jarak lari sejauh 1 mil dibawah 4 menit. Karena paru-paru akan gagal berfungsi dan sistem jantung akan rubuh.

Tahun 1954 Roger Bannister, pelari maraton legendaris Inggris, menghancurkan batasan itu dengan catatan waktu 3,596 detik dan kondisi tubuhnya baik-baik saja.

Dunia kedokteran heboh dan media digemparkan dengan kejadian tersebut."

Ketika diwawancarai utk mengetahui metode pelatihan apa yg digunakannya, Roger Bannister menjawab : "Tidak, sebenarnya saya tidak secara khusus melatih fisik dan otot saya. Tapi saya melatih PIKIRAN saya untuk memecahkan MENTAL BLOCK."

Setelah Roger Bannister menembus batasan tersebut, pada tahun yg sama ada 37 pelari lainnya mendadak berhasil menembus batasan.
Tahun berikutnya, pelari yang menembus batas tersebut berjumlah 300 orang. Dan kini, telah ada ribuan orang yang dapat berlari satu mil dalam waktu kurang dari empat menit.

Zig Ziglar : "Jika anda sungguh-sungguh menginginkannya, maka anda tidak akan pernah memperdulikan batasannya. Hanya inilah  yang membedakan antara Prestasi Biasa dan Prestasi Seorang Juara."

Barak Obama pun memecahkan Mental block bahwa  Amerika hanya boleh dipimpin oleh Presiden berkulit putih.
Dan iapun menjadi Presiden USA pertama yg berkulit gelap.

Singkirkan Pembatasan sekarang juga.
Berfokuslah pada Keyakinan....
"Anda Pasti Bisa"

Kartini dan Agus Salim

Kartini dan Pemuda Bernama Agus Salim

Kartini dikenal sebagai pejuang emansipasi wanita. Semangat belajarnya tinggi dan perhatiannya kepada dunia pendidikan, khususnya kaum perempuan, tidak diragukan lagi.
Perempuan yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 itu berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, Bupati Jepara di Jawa Tengah.

Berasal dari kalangan bangsawan, Kartini diperbolehkan sekolah di Europese Lagere School. Di sekolah tersebut, dia belajar bahasa Belanda. Namun pendidikannya terpaksa terhenti ketika menginjak usia 12 tahun.

Dia harus tinggal di rumah karena dipingit. Adat istiadat kala itu, dia diharuskan menunggu lelaki yang kelak datang untuk melamarnya.
Karena Kartini bisa menulis dan berbahasa Belanda, di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Banyak bacaan yang dia lahap sambil terus berkorespondensi.

Salah satunya, Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari surat menyurat dengan Abendanon, Kartini sering membaca buku-buku dan koran Eropa.

Timbul keinginannya memajukan perempuan pribumi. Ia melihat banyak perempuan di Tanah Air dengan status sosial lebih rendah darinya, tidak bisa mengecap pendidikan.

Kartini sering juga mengirimkan beberapa tulisan, salah satunya kepada majalah wanita Belanda yang ia baca, yaitu De Hollandsche Lelie.

Beasiswa Agus Salim

Dalam masa pingitan, Kartini membuka sekolah bagi anak-anak perempuan yang tinggal di sekitar kediamannya. Mereka tidak seberuntung dirinya. Kartini mengajari gadis-gadis itu membaca, berhitung, menyanyi dan aneka keterampilan layaknya yang biasa didapatkan di sekolah.

Keinginannya untuk menempuh pendidikan sangat kuat. Dia ingin ke Belanda. Peluangnya mengecap pendidikan di Belanda sempat terbuka setelah perkenalannya dengan Jacques Henrij Abendanon, Direktur Departemen Pendidikan, Agama, dan Industri Hindia Belanda. JH Abendanon sempat menjanjikan beasiswa bagi Kartini dan saudara-saudaranya untuk belajar ke Belanda.

Hingga kemudian, surat dari Belanda yang ditunggu Kartini datang dan mengabulkan permohonannya. Beasiswa telah tersedia untuknya. Setelah berbagai pertimbangan, dia membatalkan beasiswa tersebut.

Sementara di sisi lain ada seorang pemuda cerdas yang sangat membutuhkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya. Pemuda itu bernama Agus Salim, dari Sumatera Barat. Agus Salim kini dikenal sebagai salah seorang pahlawan. Dia juga merupakan pemimpin Sarekat Islam.

Ia lalu mengirimkan surat ke Abendanon, istri pejabat yang menentukan pemberian beasiswa pemerintah pada Kartini di Belanda dan memohon agar beasiswa itu diberikan kepada Agus Salim. Agus Salim saat itu sedang berusaha mendapatkan beasiswa ke Belanda.

Tetapi, semua usaha yang dilakukan itu gagal. Hingga kemudian kabar itu terdengar Kartini. Dia berharap, uang beasiswa sebesar 4.800 gulden bisa dialihkan untuk Agus Salim.

Berikut secuil surat Kartini tersebut:

"Saya punya suatu permohonan yang penting sekali untuk nyonya, tapi sesungguhnya permohonan itu ditunjukan kepada Tuan (Abendanon). Maukah Nyonya meneruskannya kepadanya? Kami tertarik sekali kepada seorang anak muda, kami ingin melihat dia dikaruniai bahagia. Anak muda itu namanya Salim, dia orang Sumatera asal Riau, yang dalam tahun ini mengikuti ujian penghabisan sekolah menengah HBS, dan ia keluar sebagai juara. Juara pertama dari ketiga-tiga HBS.

Anak muda itu ingin sekali pergi ke Negeri Belanda untuk belajar menjadi dokter. Sayang sekali, keadaan keuangannya tidak memungkinkan. Gaji ayahnya cuma F 150 -sebulan."

Namun, Agus Salim menolak pengalihan beasiswa tersebut. Dia menilai, pemberian itu karena usul orang lain, bukan karena penghargaan atas kecerdasan dan jerih payahnya. Dia menilai ada diskriminasi di dalamnya.

Akhirnya, pada 12 November 1903, Kartini dinikahkan dengan Bupati Rembang KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Sang bupati sudah memiliki istri dan anak. Kartini kemudian diperbolehkan membangun sebuah sekolah wanita.

Selama pernikahannya, Kartini hanya memiliki satu anak yang diberi nama Soesalit Djojoadhiningrat. Kartini mengembuskan napas terakhirnya setelah melahirkan pada usia 25 tahun.

By Mevi Linawati
http://me.liputan6.com/mevi_linawati



Menjalankan Bisnis

Menjalankan Bisnis Dari Mana Saja

Mempunyai bisnis sendiri merupakan mimpi sebagian orang, karena dengan menjalankan bisnis sendiri kamu tidak perlu repot lagi bekerja karena kamu sendiri dapat memilih waktu untuk bekerja atau tidak. Berbeda dengan kamu saat bekerja di kantor yang pastinya kamu harus mengikuti peraturan yang dimiliki perusahaan tersebut.

Coba bayangkan jika kamu memiliki banyak waktu untuk mengembangkan potensi dalam diri kamu sendiri tanpa harus takut dengan keterbatasan waktu yang kamu punya. Menjalankan bisnis memang sebuah cara yang tepat agar kamu mempunyai segalanya seperti, uang, waktu, dan berbagai kesempatan yang bisa saja datang kapan saja.

Pertanyaan ini mungkin kamu sering dengar dan mungkin jawaban yang kamu dapat tidak memuaskan sehingga saat kamu memiliki keyakinan untuk menjalankan bisnis kamu sendiri, kamu mulai pesimis dan mundur.

Memang bisnis tetaplah bisnis, kamu harus menjual apapun yang dapat menghasilkan keuntungan entah itu barang atau jasa. Disini keyakinan akan produk yang kamu miliki diuji, apakah ini dapat diterima atau malah membuat kamu rugi karena produk yang kamu jual tidak menarik. Maka, membuka bisnis sendiri memang tidak menjamin 100% kamu dapat berhasil. Lalu apakah kamu harus berhenti? Tunggu dulu, jangan menyerah dengan paradigma yang sudah ada dan tidak harus kalah dengan sebuah asumsi negatif yang menjatuhkan kamu. Pernahkah kamu mendengar pernyataan ini

“YOU NEVER KNOW BECAUSE YOU NEVER TRY”

Bila diartikan dalam bahasa Indonesia adalah
“Kamu tidak pernah tau karena kamu belum pernah mencoba.”
Maka cobalah untuk menjalankan bisnis yang kamu yakini mampu membawa kamu ke arah kesuksesan.


Memberikan Kebahagiaan

Pada sebuah Seminar yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta.
Tiba-tiba sang Motivator berhenti memberikan Materinya dan mulai memberikan balon kepada masing-masing peserta.

Para peserta diminta untuk menuliskan namanya, pada Balon yang mereka terima dengan menggunakan Spidol.
Kemudian semua balon dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam ruangan lain.

Kemudian, semua peserta seminar diminta masuk ke ruangan yang penuh balon dan diminta untuk menemukan balon yang telah tertulis nama mereka.
Mereka hanya diberi waktu 5 menit.

Semua orang panik mencari nama mereka
Bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang di sekitarnya, sehingga terjadi kekacauan.
Waktu 5 menit sudah usai, tetapi tidak seorangpun yang bisa menemukan balon dengan nama mereka masing-masing.

Kemudian, Motivator meminta mereka masing-masing untuk mengambil sembarang balon dengan acak dan memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di balon itu.
Dalam beberapa menit kemudian semua peserta seminar sudah memegang balon dengan Nama mereka sendiri.

Akhirnya sang motivator berkata,..
“Kejadian yang baru saja terjadi ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri,...
Tidak peduli dengan orang lain,...
Sama halnya ketika mencari balon dengan nama mereka sendiri,...
dan banyak yang gagal.

Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika memberikan balon kepada pemiliknya,...
Ketika memberikan kebahagiaan kepada orang lain, dengan saling tolong monolong,...
Peduli dengan orang lain, dan tidak egois.”

Friends,...
kebahagiaan kita terletak pada kebahagiaan yang kita berikan kepada orang lain.
Memberikan kebahagiaan kepada orang lain, maka kita akan mendapatkan balasan kebahagiaan kita sendiri.

Semoga hari ini kita bisa memberikan kebahagiaan untuk orang lain.

Kurangi Kritik

"Kurangi Kritik ,Mulai Memuji orang lain".

Saya dulu sering  mengkritik orang lain, dengan asumsi menurut saya, saya sendiri sudah merasa benar dan orang yang saya kritik salah.

Mengapa dulu saya sering mengkritik orang lain?
Karena sy percaya dan banyak orang percaya bahwa kritik itu Membangun.

Itulah mengapa sering kita mendengar orang berkata tidak apa asalkan Kritik Membangun.

Setelah usia semakin bertambah, dan saya mulai tertarik untuk belajar tentang buku2 kebijaksanaan, saya terbelalak bahwa sebagian besar buku2 Wisdom mengatakan bahwa sesungguhnya TIDAK ADA kritik yang MEMBANGUN, semua kritik itu bersifat menghancurkan, merusak dan menekan perasaan orang yang dikritiknya.

Sampai suatu ketika saya membaca buku hasil experimen Masaru Emoto dari Jepang, yang melakukan uji coba nasi/beras yang kemudian diletakkan di dalam toples yang berbeda.

Toples yang pertama setiap hari di berikan kritikan terus dan di tempel kertas bertulisan kata yang mengkritik, kemudian toples yang kedua diberi pujian dan motivasi setiap hari.

Dan hasilnya dalam 2-3 minggu, toples pertama yang diberikan kritikan setiap hari membusuk kehitaman sedangkan toples kedua dengan isi yang sama masih berwarna putih bersih tak membusuk.

Penasaran pada penjelasan di buku ini, akhirnya sy meminta para guru di sekolah kami utuk melakukan experimen ini bersama para murid di sekolah. Ternyata benar hasilnya lebih kurang serupa.

Toples yang setiap hari diberikan keritikan oleh murid-murid, lebih cepat rusak, hitam dan membusuk. Dan di sekolah kami mengajarkan para siswa melalui experimen ini agar tidak mengejek, menhujat atau mengkritik sesama teman, dan melatih mereka untuk bicara baik-baik yang tidak mengkritik.

Dan sejak itulah saya belajar untuk tidak mekritik orang lain, terutama anak dan istri saya.

Dan percaya atau tidak hasilnya di luar dugaan, Istri saya jadi jauh lebih perhatian dan wajahnya lebih berbinar dan anak-anak saya jauh lebih baik, ganteng, kooperatif dan sayang pada ayahnya.

Apa yang saya ubah dari diri saya sehingga anak dan istri saya berubah?

Saya ganti kalimat sy yang mengkritik istri dan anak saya dengan ucapan terimakasih padanya setiap kali mereka berbuat kebaikan.

Saya berterimakasih pada istri dan anak saya dan memujinya dan sering kali sambil memeluknya, saat mereka berhasil berhenti dari kebiasaan yang kurang baik.

Yuk mari kita renungkan, malah kalau perlu kita coba melakukan experiment yang sama bersama anak-anak dirumah atau murid-murid kita di sekolah.

So..... masihkah kita percaya bahwa KRITIK ITU MEMBANGUN ?

Masihkah kita percaya ada KRITIK YANG MEMBANGUN?

Masihkah kita mau mengkritik orang lain, terutama suami, istri dan anak-anak kita..?

Tentu saja pilihan itu terserah pada diri kita masing-masing karena hidup ini adalah pilihan bebas berikut konsekuensinya masing-masing.

Tapi coba rasakan dan ingat-ingat lagi apakah dengan sering mengkritik orang lain akan membuat orang yang kita kritik menjadi lebih baik, atau malah sebaliknya balik mengkritik kita...?

Dan coba lihat apa yang ada rasakan di hati kita pada saat kita sedang dikritik oleh orang lain? Nah perasaan yang sama itulah yang juga akan dirasakan oleh orang lain yang kita kritik.
Mainkan Energy atas..
Berbagi Kebahagiaan
"Memuji" dan beri Respek Yg Tulus  pada sesama!

Semoga hari -Hari Anda  menyenangkan sahabatku!
by RCA HENDRI RIKIYANTO

Kemiskinan yang mencengkram

Adakah anda mengenal Irma Bule ? Tidak tahu? Baiklah saya ceritakan siapa dia. Irma Bule . adalah penyanyi dangdut asal Karawang yang tewas dipatuk ular Cobra, Minggu 3 April 2016 lalu. Warga Kampung Pawarengan, Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Karawang yang berusia 29 tahun dengan nama asli Irmawati itu memang dikenal sebagai penyanyi dangdut dengan atraksi menari dengan ular.

Tapi nahas bagi ibu tiga anak balita itu. Saat berjoget ia tidak sengaja menginjak ekor ular cobra yang diajak manggung. Ular yang sangat berbisa itu mematuk pahanya. Dia sempat terjatuh dan terkulai.. Sang pawang ular minta Irma bule tidak melanjutkan pertunjukkannya. Namun istri seorang buruh pabrik itu menolak diobati dan tetap bernyanyi dan bergoyang selama 45 menit..Setelah rehat barulah,Irma Bule tersungkur pingsan dan dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.

Video detik-detik Irma digigit ular tersebar di You Tube dan sudah dilihat lebih dari 1,4 juta orang. Beritanya yang tragis tidak hanya mendapat liputan luas di dalam negeri melainkan juga media luar negeri. Tidak kurang 110 media asing memuat kejadian tragis tersebut, termasuk media ternama The Washington Post, Fox News,Majalah Time, Daily Mirror dan the Telegraph Inggris. Bahkan.media Rusia, Bosnia, India, Argentina sampai Nigeriapun memberitakan peristiwa yang tidak lazim itu.

Berdasarkan literatur, bisa ular cobra membunuh makhluk hidup yang digigitnya hanya dalam hitungan dibawah 5 menit. Namun Irma Bule bisa bertahan sampai 45 menit. Ini adalah rekor dunia !!

Ada spekulasi lamanya bisa ular itu bekerja karena Irma terus bergerak dan ada sugesti untuk terus tampil hingga berhasil menghambat perambatan racun ganas itu..Baru setelah aktivitas geraknya melambat, bisa ular itu langsung melesat melumpuhkan otot-otot jantung penyanyi malang itu. .

Pertanyaannya mengapa Irma Bule tidak berhenti ketika ular cobra mematuknya. Tidak seorangpun yang bisa menjawab pasti.

Namun berkaca pada latar belakang keluarganya yang miskin, daya juang Irmalah yang mungkin membuat dia bisa bertahan selama itu. Dia tetap bertahan berjoget dan bernyanyi karena mungkin khawatir bayarannya yang cuma 500 ribu sekali manggung itu hilang.

Dia mendapat bayaran lebih dari pendangdut yang cuma nyanyi saja.. Dialah yang menciptakan tarian dangdut ular agar laris dipanggil. Itulah yang hanya dia bisa lakukan sejak SMP. Melakukan apa yang dia bisa untuk bertahan dan keluar dari kemiskinan yang terus mencengkeram.

Kemiskinan di Pantura yang jaraknya hanya selemparan batu dari Jakarta, memaksa penduduknya berjuang apa saja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk kaum perempuannya. Banyak yang menjadi PRT atau TKW. Banyak perempuan Pantura yang nikah muda kemudian menjadi janda hanya untuk mendapat KTP supaya bisa pergi menjadi TKW ke luar negeri .Yang tidak beruntung terperangkap di dunia hitam dan menjadi korban sindikat perdagangan manusia.

Sementara yang mengais rezeki di seni, seperti Irma Bule dan ratusan penyanyi dangdut amatiran lain harus rela berkeliling dari kampung ke kampung sampai dini hari hanya untuk beberapa ratus ribu saja. Mereka merelakan tubuhnya dijamah sambil mengundang dengan kata-kata sensual para lelaki berkantong tebal untuk naik ke panggung agar mau bermurah hati menyelipkan lembaran seribuan dan lima ribuan lecek di dada, lipatan celana atau di rok seksinya.

Mereka tetap bergoyang meski para lelaki mesum itu meraba- raba tubuh dan melecehkan mereka berulang-ulang selama berjam-jam. Yang penting bagi para pendangdut itu mendapatkan sedikit uang tambahan ketika acara bubar sekitar 3 dini hari dan baru bisa pulang menjelang subuh dengan wajah pucat kelelahan. Itulah yang biasa dialami Irma Bule jika saja dia tidak tewas malam itu.

Tapi tidak ada pejabat pun yang peduli akan nasib tragisnya .Tidak ada satu pejabat Karawang pun yang bersimpati termasuk Bupati Cecilia yang jomblo glamour itu untuk menjenguk keluarga menyampaikan rasa duka padahal kematian Irma Bule mendapat perhatian luas baik dari dalam maupun luar negeri.

Pemberitaan luar biasa ini juga tidak sampai ke telinga Ketua DPR Ade Komarudin. Padahal dia adalah wakil rakyat yang maju ke Senayan karena perolehan suara dari daerah pemilihan Karawang. Sangat mungkin Irma Bule memberikan suaranya untuk Ade Komarudin. Tapi Ketua DPR itu lebih suka menanggapi kegenitan para istri rekannya dengan tas puluhan juta yang tengah bercanda ria suka cita menikmati indahnya persaudaraan mereka di Negeri Sakura, saat Irma Bule lepas nyawanya.

Mereka mungkin menganggap kematian Irma Bule tidak penting. Sama seperti pejabat pemerintahan disana yang tidak peduli dengan kemiskinan kawasan Pantura, Jawa Barat. Lihat saja alokasi anggaran untuk pengentasan kemiskinan disana. Subang misalnya, 30 persen penduduknya atau sekitar 130 ribu Kepala Keluarga hidup di bawah garis kemiskinan. Namun pemda setempat hanya menyediakan dana 60 juta untuk program kemiskinan setahun sementara lebih dari 60 persen APBD Subang diperuntukkan untuk membayar gaji dan operasional pemerintahan.

Lebih memprihatinkan lagi, mereka justru menjadikan Kemiskinan sebagai "objek wisata". Setidaknya inilah kesan saya ketika mendapat tugas berkunjung ke wilayah Pantura. Dengan bangga pejabat daerah memperkenalkan, kerupuk miskin sebagai oleh-oleh andalan kawasan Pantura.

Seperti layaknya pemandu wisata, mereka bercerita bahwa kerupuk itu terbuat sagu diberi garam kasar dan digoreng dengan pasir karena ketika paceklik tidak ada yang mampu beli minyak goreng. Selama musim paceklik, itulah lauk nasi yang mereka makan. Supaya anak-anak mau makan, kerupuk itu diberi warna warni. Dia dan beberapa pejabat disana mengakhiri cerita itu dengan tertawa lepas ketika menyebut nama lain kerupuk miskin yakni kerupuk melarat. Saya cuma tersenyum getir menyaksikan ulah mereka. Bagi saya, kerupuk miskin adalah reprentasi masalah kemiskinan akut yang seharusnya mereka ceritakan dengan deraian air mata.



Copas dari group WhatsApp





Gabung Komunitas PAS

Popular Posts