keberkahan dalam berbisnis

Ijinkan saya menyampaikan sebuah KEBENARAN dalam sekelumit perjalanan di dunia BISNIS ;

Sejak kecil saya suka berdagang, mungkin karena itu pengaruh lingkungan keluarga dimana kedua orangtua saya adalah Pedagang.

Lulus SMA tahun 1992 saya merantau ke YOGYAKARTA dan mulai mengenal istilah "BISNIS" , tanpa saya sadari saya larut berkecimpung di bidang ini.
Sayapun ingin menjadi Orang SUKSES yang memiliki kehidupan diatas rata-rata. Menyadari keterbatasan pendidikan yang hanya lulusan SMA, maka tidak ada cara lain yang lebih baik kecuali saya harus menempuhnya melalui JALUR BISNIS.

Betapa SULIT dan betapa besarnya TANTANGAN untuk SUKSES di dunia BISNIS, tetapi saya meyakini sebesar apapun tantangan, saya harus bisa melaluinya.
Keyakinan itu begitu kuat karena saya memulainya dengan sebuah NIAT ingin MEMULIAKAN kehidupan satu-satunya Orang tua, yaitu IBU saya yang saya tinggal di kampung halaman, Gombong - Jawa Tengah.

Singkat cerita, perjalanan di dunia BISNIS mengalami jatuh-bangun.
Saya bersyukur, Allah.SWT selalu memberikan KEKUATAN dan KEMUDAHAN JALAN untuk saya BANGKIT dari setiap kali jatuh.
Saya meyakini adanya KEMUDAHAN JALAN tersebut, apalagi NIAT berikutnya bukan hanya untuk membahagiakan IBU, setelah berkeluarga NIAT sayapun untuk membahagiakan ANAK dan ISTRI.

Tetapi suatu masa di 2003, betapa sulit dan beratnya untuk bisa BANGKIT dari KETERPURUKAN.
Saya menyadari, bahwa ini adalah akibat dari KESALAHAN yang sengaja atau tidak sengaja diperbuat dalam BERBISNIS.
Mungkin karena saya tidak punya penasehat ataupun pembimbing yang mengingatkan akan kesalahan langkah, akhirnya saya tergelincir pada tindakan MEMBENARKAN sesuatu yang SALAH dalam ETIKA berbisnis.
Betapa BERDOSANYA saya, bukan hanya saya yang MENANGGUNG akibat dari tindakan tersebut, tapi Orang tua, Anak dan Istri saya ikut merasakan PENDERITAAN.

Tidak ada cara lain yang lebih baik untuk memperbaiki keadaan, kecuali "BERTOBAT".

Selalu saya SYUKURI, di penghujung 2003 saat saya masih BERJUALAN IKAN BAKAR di Jl.Monjali No.177 YOGYAKARTA, sesuatu yang awalnya saya anggap MUSIBAH, ternyata itu adalah sebuah HIDAYAH dalam kehidupan kami.

Awal 2004, dengan sebuah "NIAT" saya bulatkan "TEKAD" untuk memulai menjalankan BISNIS K-LINK.

Alhamdulillah.. . Sejak itu sepertinya semua menjadi MUDAH, meskipun tantangan SEBERAT APAPUN menghadang tetapi jalan terasa RINGAN dan MUDAH untuk dilalui.
Semoga ini untuk SETERUSNYA. Amin...
 
Teman-teman seperjuangan, dengan ketulusan dan kerendahan hati, adakalanya saya harus mengatakan sesuatu yang tidak mengenakan, namun ini untuk sebuah KEBENARAN.

Hal yang berkaitan dengan ATURAN, KODE ETIK ataupun ETIKA dalam berbisnis, saya memilih menjadi Orang yang TIDAK DISUKAI bahkan mungkin DIBENCI karena terlalu idealis dalam memegang teguh ATURAN.
Hal tersebut semata-mata karena saya bercermin pada pengalaman pribadi yang begitu pahit sebelum di Bisnis K-LINK. Saya tidak ingin mengulangi KEGAGALAN yang sama hingga orang-orang tidak bersalah yang ada di belakang kita ikut menanggung akibatnya.
Sayapun tidak ingin itu terjadi pada Anda dan keluarga Anda.

Hati saya sering MIRIS melihat di depan mata, selama lebih dari 12 tahun ini di Bisnis K-LINK, banyak teman-teman dalam perjuangan sampai hari ini mereka belum pernah mengenyam KESUKSESAN, bukan karena mereka tidak BEKERJA KERAS, tetapi karena mereka mengabaikan ATURAN dan ETIKA dalam berbisnis, hingga banyak orang yang TERANIAYA karenanya
Kerja keras merekapun pada akhirnya SIA-SIA.

Meskipun K-LINK berlabel SYARIAH , tetapi saya yakin BERKAH tidak akan pernah didapat jika KESUKSESAN yang diraih dengan cara MENGHALALKAN segala cara, seperti ; melakukan Crosslining, menghasut orang, mengambil atau mensponsori Downline Orang, MENJUAL PRODUK DIBAWAH HARGA, atau apapun tindakan yang melanggar KODE ETIK.

Saya tidak berhak menghakimi, tetapi mereka yang pernah saya kenal dan pernah diingatkan karena melakukan hal tersebut dan tidak mengindahkan, akhirnya mereka tidak SUKSES.
Kalaupun mereka sepertinya SUKSES di K-LINK dan mendapatkan PERINGKAT, tapi sayangnya tidak mendapatkan KEBAHAGIAAN, masalah selalu datang silih berganti dalam hidupannya. Bukan BERKAH yang didapat, tapi MUSIBAH yang menimpa.
Saya yakin hal ini tidak lepas dari bagaimana CARA mereka mendapatkan RIZKI.

Semoga kita tidak termasuk menjadi bagian dari Orang-orang yang melakukan hal tersebut. Amin...

  Marilah kita saling mengingatkan satu dengan yang lain agar selalu dalam KORIDOR yang benar di Bisnis ini. Ingatlah selalu pada sebuah NIAT awal, untuk apa kita rela BERJUANG, BERKORBAN dan BEKERJA KERAS...???

Saya yakin, InsyaAllah KESUKSESAN ada didalam genggaman kita jika kita memulainya dengan sebuah NIAT untuk sesuatu yang sangat MULIA.

  
  

Salam Sukses dan Penuh Berkah ;

RCA.Rivai Djatmika
--------------- --------------- ------
Executive Leaders Club

Popular Posts