Cinta Kasih  Induk Tenggiling

Seorang pejabat Tiongkok beserta beberapa kolega, ketika bermain di sebuah kota melihat pedagang kuliner disana menyajikan proses penyembelihan tenggiling hidup sampai memanggangnya. 
Mereka tertarik dan ingin menyaksikan sendiri seluruh proses penyajian hidangan lezat itu.

Konon tenggiling setelah tertangkap krn ketakutan menjadi defensif, sehingga secara naluri menggulung tubuhnya dgn sangat erat membentuk sebuah lingkaran atau bola.

Proses penjualan tenggiling adalah : 
-Setelah dipilih pembeli
-Penjual menarik lurus tenggiling yg meringkuk sekuat tenaga, 
-Lalu dada n perut dibelah, organ dalam dikeluarkan kemudian dicuci bersih, dijepit dgn jepitan besi dan dipanggang di atas bara api sampai semua sisik tebal di tubuhnya rontok.

Ada seorang pemuda penjual memilih  tenggiling berbadan gemuk dan dgn ketrampilannya siap menarik lurus tenggiling yg dipegangnya itu.
Namun aneh, sekali ini ia tdk mampu menarik lurus tenggiling itu walau sdh mengerahkan seluruh tenaganya.

Orang-2 yg menyaksikan merasa heran.
Penjual muda itu kehilangan muka,  dia membanting tenggiling malang itu ke lantai dgn keras, sambil menjelaskan tenggiling akan membuka diri jika kesakitan.

Tapi tidak di-sangka2 bantingan ber-kali2 itu malah membuat tenggiling meringkuk lebih erat.
Mata sipit trenggiling yg semula terlihat ketakutan telah tertutup rapat. 
Dari moncongnya yg runcing mengalir darah segar, 
akan tetapi tubuhnya tidak nampak menjadi lurus. Malah terkesan semakin melingkar dgn erat.

Rombongan tidak tega menyaksikan kondisi
tenggiling itu dan melambaikan tangan memberi isyarat tidak ingin diteruskan lagi.

Namun penjual itu masih belum puas, dia mengambil jepitan besi lalu menjepit trenggiling kemudian diletakkan di atas api panggangan.
Sisiknya yg keras rontok dan bau terbakar menebar luas.
Tetapi posisi tenggiling tetap tidak berubah.

Pemuda penjual tidak berdaya lagi.
Dia menggelengkan kepala sambil berkata tenggiling ini pasti bermasalah dan tidak layak dikonsumsi sambil membuangnya ke pasir.

Kemudian dipilihnya lagi dua ekor yg lain, kali ini proses
pengolahan berjalan lancar dan selesai tidak sampai 5 menit.

Selanjutnya saat pembeli sedang membayar, 
tanpa disengaja terlihat tenggiling naas yg di buang di atas pasir per-lahan2 meluruskan tubuhnya.
Kelopak matanya terbuka sedikit, 
disusul beberapa kedutan lalu menjadi lurus kaku dan tidak bernyawa lagi.

Seiring tubuhnya menjadi lurus, 
mereka dikejutkan oleh gerakan lembut dari perut yg terkapar.
Muncul seekor tenggiling kecil yg tubuhnya transparan hanya sebesar tikus. 
Perlahan ia membuka mulut kecilnya,  
seakan memanggil induknya yg sudah tak bernyawa.

Pemandangan tsb membuat semua orang terpana. 
Dalam sekejap, terasa darah dalam tubuh bergelora, kepala dan rambut seakan membengkak, 
air mata bergulir dari  kelopak.

Berat badan tenggiling itu tidak lebih dr 5 kg. Tubuhnya telah mengalami bantingan dan pembakaran.
Tetapi sampai napas terakhirnya masih saja melindungi anaknya.

Tubuh yg telah terpanggang setengah matang, 
sisik pun rontok semua, namun masih tetap berhasil melindungi keutuhan jiwa dan raga anaknya.

Kekuatan semangatnya MENCINTAI telah jauh melampaui batas kehidupan......

"Cinta Kasih" induk hewan begitu mengharukan.....

Cinta kasih ibu seorang manusia terlebih menyentuh hati.

Kasih Ibu bagaikan payung ajaib, yg bahkan walau sudah rusakpun masih mampu melindungi dari sengatan matahari dan terpaan hujan.

Kasih ibu merupakan sebuah harapan tanpa suara, walau tanpa kata-2 namun sangat menggetarkan...🌺❤

Dalam KASIH ❤
ada pengorbanan...😭
ada penderitaan...😔
Namun.....
ada kekuatan....💪
ada ke ajaiban...🌟
ada sukacita...😊

Terkadang orang bisa kaya begitu mudah dan cepat  karena dapat undian, dapat warisan atau menikah dengan orang yg kaya, dll.

Tapi perjuangan sampai diatas panggung kemenangan adalah hadiah tidak ternilai bagi sang kekasih atau sang jantung hati.
Karena sampai di atas Panggung Kemenangan adlh Bukti Ketulusan Cinta, Komitmen & Keberanian.

Seorang Pejuang hanya  ingin mendengar pengakuan dari orang yg dicintai berupa 4 kata :
"Saya Bangga Dengan Anda"





Popular Posts